Senin, 04 Juni 2018

Multi Level yang Telah Berkembang Di Indonesia Sejak 15 Tahun lalu Hingga Kini


1. SOPHIE MARTIN
Hasil gambar untuk logo sophie martin


Sophie Martin Indonesia didirikan atas nama PT Sophie Martin Indonesia, merupakan anak perusahaan yang berkonsep Multi Level Marketing (MLM) beroperasi di Indonesia sejak 1994. Sudah lebih dari 13 tahun lamanya Sophie Martin telah ada di tanah air kita ini. Mereka berfokus untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia. Perusahaan ini tumbuh menjadi perusahaan penyedia produk fashion yang mempunyai peranan penting di Indonesia.Tingkatan member cuma ada dua: presiden dan franchise. Kalau di tingkat franchise, kamu haruslah punya bisnis sendiri atau tempat jualan sendiri. Terus produk dipajang di etalase toko nanti berasal dari produk milik perusahaan. Tenang produknya kuat jadi tinggal pintar- pintar jualan saja. Keuntungan member itu ada di diskon 30% tiap pembelian sendiri, bonus belanja sendiri, bonus pendekatan, bonus royalti, dan bonus super pic. Konsepnya agak ribet pada member franchise. Ini agak ribet karena member franchise berperan sebagat leader lagi, namun bawahnya gak dapat benefit seperti si franchise.

2. ORIFLAME

Hasil gambar untuk logo oriflame 


Oriflame Tidak Sepenuhnya menerapkan sistem MLM. Mereka menggabungkan sistem direct selling dan MLM yang di gabungkan menjadi satu. Namun secara garis besar untungnya sama seperti perusahaan diatas ini. Kalo sudah bergabung jadi member, kerjaan kita setiap hari itu merekrut orang untuk bergabung jadi member di jaringan kita. Setelah itu barulah kita masuk ke jualan untuk memenuhi tutup poin. Dan kita sendiri juga bisa ikut nimbrung tutup poin. Mudahnya anda akan membeli produk Oriflame seperti shampo, sabun, parfum, deodoran dan lain- lain. Dan akhirnya, semua produk yang ada di rumah anda tiap akhir bulan akan berubah produk Oriflame semua. Mudah kan? Anda tidak perlu pusing milih shampo apa atau sabun apa; semuanya dari Oriflame. Setelah kita sukses mengajak orang lain agar ikut jaringan kita barulah kita ajarkan bagaimana caranya berjualan agar kita bisa mendapatkan keuntungan lebih dari member - member kita. Semakin banyak member yang bisa kita rekrut maka semakin besar peuang kita mendapatkan komisi atau penghasilan.

3. CNI 

Hasil gambar untuk logo CNI

Perusahaan MLM satu ini mendapatkan perhatian khusus hingga tahun 2000 -an. Perusahaan ini, katanya, merupakan hasil buah karya orang asli Indonesia. Sukses di negara sendiri, CNI menjadikan dirinya salah satu perusahaan tertua. Perusahaan nyata- nyata dilahirkan di Bandung di 1986. Sebelumnya menggunakan nama PT. Sanchlorellatama dan produk pertama dijual adalah sun chlorella. Sejalan dengan perkembangan, produk dijual bertambah dan pada tahun 1992 berubah menjadi CNI (PT. Citranusa Insan Cemerlang). Beberapa majalah, koran dan tabloid telah banyak menceritakan asal mula perusahaan MLM dibangun oleh keluarga Ginawan Tjondro dan Abrian Natan ini. Ulasan lengkap terakhir tentang CNI dapat dilihat di majalah ManPower edisi Desember2007 serta dari majalah SWA edisi Desember2007. Sistemnya: wajib belanja atau tutup point, renewel dimana dibayar terus tiap tahun, Center/PO banyak. Target penjualan dari perusahaan MLM perbulan mencapai 250 ribu, 500 ribu, hingga sampai 1 juta (resmi perusahaan) malah ada lebih tinggi lagi bila ngikutin program leader. Pernah mendapatkan kritik karena ikut nimbrung di iklan televisi bahkan jual asuransi "kolor" segala. Perusahaan satu ini masih solid mungkin sampai selanjutnya karena member banyak dan ada uang tiap tahun. Beberapa sukses mencapai gelar diamond. Ada leader diamond sukses dapat kredit motor, namun jikalau target tidak terpenuhi bayar sendiri- sendiri. Produk: dari celana, produk kesehatan ( berbagai suplemen dan vitamin), kebutuhan rumah tangga. Masih solid namun tak lagi terdengar keras dengungnya di masyarakat Indonesia, karena banyak siangan.

4. Tupperware 

Hasil gambar untuk logo TUPPERWARE

Tupperware didirikan oleh Earl Silas Tupper (1907- 1983), dimana perusahaan ini berfokus pada produk rumah tangga. Bagi kamu sering liat di layar kacar, produk Tupperware terbuat dari bahan plastik. Dan, ini berbeda dengan konsep bisnis MLM lain cenderung pada produk habis pakai (karena habis- beli, semakin sering beli semakin untung). Tupperware Indonesia sendiri mengaku bukan sepenuhnya MLM tapi bisnis berjenjang karir. Mereka mengklaim tiap member memiliki tingkatan dan tugas berbeda. Kita nanti bisa menjadi manager, executive manager, group manager, atau bisa distributor. Namun perlu diketahui sebelum masuk ke jenjang tersebut, kamu diwajibkan menjadi member dan melalui beberapa masa percobaan. Disini kita akan disuguhi pelatihan penjualan semacamnya seperti lainnya. Ada tutup point. Di ambil dari situs tupperwarecentre.com, kita tidak mendapatkan itu namun memang ada syarat- syarat pencapaian minimum. Pencapain dari jumlah jaringan, pembelian dan lain- lain, mungkin permasalahannya adalah produk ini bukan produk habis pakai.

5. Amway


Hasil gambar untuk logo amway
Berawal dari dua sahabat di Michigan Barat yang memiliki impian untuk memperbaiki kehidupan keluarga mereka. Kedua sahabat ini, Jay Van Andel dan Rich De Vos, memulai bisnis mereka di tahun 1950 dengan menjual produk suplemen kesehatan NUTRILITE dari pintu ke pintu.Apa yang mereka temukan 50 tahun lalu, ternyata berlaku hingga saat ini, yakni Manusia dan Hubungan diantara mereka adalah inti kesuksesan suatu bisnis. Dengan membangun kepercayaan konsumen, bisnis Nutrilite mereka tumbuh. Tahun 1959, Rich, Jay dan beberapa sahabat mereka mencari ide produk baru untuk pengembangan usaha. Hasilnya adalah produk pembersih rumah pertama Amway, saat ini dikenal sebagai LOC (Liquid Organic Cleanser) Multi-Purpose Cleaner, yang menjadi kisah sukses penjualan dan membuka sebuah peluang besar.


www.undhirabali.ac.id


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Isi Utama UU Informasi dan Transaksi Elektronik UU No. 11 Tahun 2008

Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik atau Undang Undang nomor 11 tahun 2008 atau UU ITE adalah UU yang mengatur tentang inform...