1. SOPHIE MARTIN
Sophie Martin Indonesia didirikan atas nama PT Sophie Martin
Indonesia, merupakan anak perusahaan yang berkonsep Multi Level Marketing (MLM)
beroperasi di Indonesia sejak 1994. Sudah lebih dari 13 tahun lamanya Sophie
Martin telah ada di tanah air kita ini. Mereka berfokus untuk memenuhi
kebutuhan masyarakat Indonesia. Perusahaan ini tumbuh menjadi perusahaan
penyedia produk fashion yang mempunyai peranan penting di Indonesia.Tingkatan member cuma ada dua: presiden dan franchise. Kalau di tingkat
franchise, kamu haruslah punya bisnis sendiri atau tempat jualan sendiri. Terus produk dipajang di etalase toko nanti berasal dari
produk milik perusahaan. Tenang produknya kuat jadi tinggal pintar- pintar
jualan saja. Keuntungan member itu ada di diskon 30% tiap pembelian sendiri,
bonus belanja sendiri, bonus pendekatan, bonus royalti, dan bonus super pic.
Konsepnya agak ribet pada member franchise. Ini agak ribet karena member
franchise berperan sebagat leader lagi, namun bawahnya gak dapat benefit
seperti si franchise.
2. ORIFLAME
Oriflame Tidak Sepenuhnya menerapkan sistem MLM. Mereka
menggabungkan sistem direct selling dan MLM yang di gabungkan menjadi satu.
Namun secara garis besar untungnya sama seperti perusahaan diatas ini. Kalo
sudah bergabung jadi member, kerjaan kita setiap hari itu merekrut orang untuk
bergabung jadi member di jaringan kita. Setelah itu barulah kita masuk ke
jualan untuk memenuhi tutup poin. Dan kita sendiri juga bisa ikut nimbrung
tutup poin. Mudahnya anda akan membeli produk Oriflame seperti shampo,
sabun, parfum, deodoran dan lain- lain. Dan akhirnya, semua produk yang ada di
rumah anda tiap akhir bulan akan berubah produk Oriflame semua. Mudah kan? Anda
tidak perlu pusing milih shampo apa atau sabun apa; semuanya dari Oriflame. Setelah kita sukses mengajak orang lain agar ikut jaringan
kita barulah kita ajarkan bagaimana caranya berjualan agar kita bisa
mendapatkan keuntungan lebih dari member - member kita. Semakin banyak member
yang bisa kita rekrut maka semakin besar peuang kita mendapatkan komisi atau
penghasilan.
3. CNI

Perusahaan MLM satu ini mendapatkan perhatian khusus hingga
tahun 2000 -an. Perusahaan ini, katanya, merupakan hasil buah karya orang asli
Indonesia. Sukses di negara sendiri, CNI menjadikan dirinya salah satu
perusahaan tertua. Perusahaan nyata- nyata dilahirkan di Bandung di 1986.
Sebelumnya menggunakan nama PT. Sanchlorellatama dan produk pertama dijual
adalah sun chlorella. Sejalan dengan perkembangan, produk dijual bertambah dan
pada tahun 1992 berubah menjadi CNI (PT. Citranusa Insan Cemerlang). Beberapa
majalah, koran dan tabloid telah banyak menceritakan asal mula perusahaan MLM
dibangun oleh keluarga Ginawan Tjondro dan Abrian Natan ini. Ulasan lengkap
terakhir tentang CNI dapat dilihat di majalah ManPower edisi Desember2007 serta
dari majalah SWA edisi Desember2007. Sistemnya: wajib belanja atau tutup point, renewel dimana
dibayar terus tiap tahun, Center/PO banyak. Target penjualan dari perusahaan
MLM perbulan mencapai 250 ribu, 500 ribu, hingga sampai 1 juta (resmi
perusahaan) malah ada lebih tinggi lagi bila ngikutin program leader. Pernah
mendapatkan kritik karena ikut nimbrung di iklan televisi bahkan jual asuransi
"kolor" segala. Perusahaan satu ini masih solid mungkin sampai selanjutnya
karena member banyak dan ada uang tiap tahun. Beberapa sukses mencapai gelar
diamond. Ada leader diamond sukses dapat kredit motor, namun jikalau target
tidak terpenuhi bayar sendiri- sendiri. Produk: dari celana, produk kesehatan (
berbagai suplemen dan vitamin), kebutuhan rumah tangga. Masih solid namun tak
lagi terdengar keras dengungnya di masyarakat Indonesia, karena banyak siangan.
4. Tupperware

Tupperware didirikan oleh Earl Silas Tupper (1907- 1983),
dimana perusahaan ini berfokus pada produk rumah tangga. Bagi kamu sering liat
di layar kacar, produk Tupperware terbuat dari bahan plastik. Dan, ini berbeda
dengan konsep bisnis MLM lain cenderung pada produk habis pakai (karena habis-
beli, semakin sering beli semakin untung). Tupperware Indonesia sendiri mengaku
bukan sepenuhnya MLM tapi bisnis berjenjang karir. Mereka mengklaim tiap member memiliki tingkatan dan tugas berbeda. Kita nanti
bisa menjadi manager, executive manager, group manager, atau bisa distributor.
Namun perlu diketahui sebelum masuk ke jenjang tersebut, kamu diwajibkan
menjadi member dan melalui beberapa masa percobaan. Disini kita akan disuguhi
pelatihan penjualan semacamnya seperti lainnya. Ada tutup point. Di ambil dari
situs tupperwarecentre.com, kita tidak mendapatkan itu namun memang ada syarat-
syarat pencapaian minimum. Pencapain dari jumlah jaringan, pembelian dan lain- lain, mungkin
permasalahannya adalah produk ini bukan produk habis pakai.
5. Amway
Berawal dari dua sahabat di Michigan Barat yang memiliki impian untuk
memperbaiki kehidupan keluarga mereka. Kedua sahabat ini, Jay Van Andel dan
Rich De Vos, memulai bisnis mereka di tahun 1950 dengan menjual produk suplemen
kesehatan NUTRILITE dari pintu ke pintu.Apa yang mereka temukan 50
tahun lalu, ternyata berlaku hingga saat ini, yakni Manusia dan Hubungan
diantara mereka adalah inti kesuksesan suatu bisnis. Dengan membangun
kepercayaan konsumen, bisnis Nutrilite mereka tumbuh. Tahun 1959, Rich, Jay dan
beberapa sahabat mereka mencari ide produk baru untuk pengembangan usaha.
Hasilnya adalah produk pembersih rumah pertama Amway, saat ini dikenal sebagai
LOC (Liquid Organic Cleanser) Multi-Purpose Cleaner, yang menjadi kisah sukses
penjualan dan membuka sebuah peluang besar.
www.undhirabali.ac.id