A. Perilaku Konsumen
Definisi perilaku konsumen secara umum adalah perilaku konsumen adalah proses dan aktivitas ketika
seseorang berhubungan dengan pencarian, pemilihan, pembelian, penggunaan, serta
pengevaluasian produk dan jasa demi memenuhi kebutuhan dan keinginan. Perilaku
konsumen merupakan hal-hal yang mendasari konsumen untuk membuat
keputusan pembelian. Adapun definisi perilaku konsumen menurut para ahli yaitu :
- Menurut Schiffman dan Kanuk [2000]: adalah proses yang dilalui oleh seseorang dalam mencari, membeli, menggunakan, mengevaluasi, & bertindak pasca konsumsi produk, jasa maupun ide yang diharapkan bisa memenuhi kebutuhannya.
- Menurut, John C. Mowen & Michael Minor : perilaku konsumen sebagai studi tentang unit pembelian (buying unit) & proses pertukaran yang melibatkan perolehan, konsumsi berbagai produk, jasa & pengalaman serta ide-ide.
- Menurut Kotler dan Keller (2008:214), perilaku konsumen adalah studi bagaimana individu, kelompok dan organisasi memilih, membeli, menggunakan dan menempatkan barang, jasa, ide atau pengalaman untuk memuaskan keinginan dan kebutuhan mereka.
- Menurut Basu Swastha (2000:10), perilaku konsumen merupakan kegiatan-kegiatan individu yang secara langsung terlibat dalam mendapatkan dan mempergunakan barang-barang dan jasa-jasa, termasuk di dalamnya proses pengambilan keputusan pada persiapan dan penentuan kegiatan-kegiatan tersebut.
- Menurut Schiffman dan Kanuk (2008:6), perilaku konsumen menggambarkan cara individu mengambil keputusan untuk memanfaatkan sumber daya mereka yang tersedia (waktu, uang, usaha) guna membeli barang-barang yang berhubungan dengan konsumsi.
Faktor-faktor penyebab perilaku konsumen yaitu :
B. Riset Pasar
Definisi riset pasar secara umum adalah kegiatan pencarian informasi yang akurat dalam bidangpemasaran yang
melibatkan antara konsumen, pelanggan dan public untuk mengidentifikasi dan
menetapkan peluang dan masalah pemasaran, menciptakan, menjaga dan
mengevaluasi kegiatan pemasaran. Dalam membuat riset pasar, umumnya ada 3 (tiga) metode yang
menjadi pilihan banyak pelaku usaha bisnis. Berikut ini adalah metode-metode
tersebut :
- Kuisioner. Dengan cara memberikan daftar pertanyaan mengenai data yang kamu perlukan untuk usaha kamu sendiri, kamu perlu menyiapkan responden yang berasal dari konsumen atau pelanggan potensial yang akan menjawab Kuisioner. biasanya agar para responden bertanggung jawab penuh dengan jawaban dalam kuisioner sebaiknya kamu memberikan imbalan yang sepadan, misalnya seperti souvenir dengan sejumlah uang.
- Riset Grup. Cara ini membentuk sekelompok orang dari populasi utama pasar potensial kamu. Tugas mereka yaitu menyampaikan apa yang mereka perlukan, merasakan produk atau jasa kamu dan memberikan pendapat mengenai produk atau jasa yang mereka rasakan tadi. Mereka dapat dimintai pendapat mengenai soal apa yang perlu diperbaiki mengenai produk atau jasa Anda. Dan tentunya kamu perlu menyediakan kompensasi seputar jasa dari grup ini.
- Survey. Cara ini adalah cara yang paling populer. Disini kamu membuat survey dengan mengajukan beberapa pertanyaan yang sederhana dan simpel mengenai produk atau jasa yang akan kamu riset. Survey umumnya bersifat acak dan sering kali secara sukarela. Jadi jangan sampai pertanyaannya menyita dan mengganggu. Tapi belakangan ini istilah survey juga dapat merupakan nama lain dari kuisioner.
C. CRM (Customer Relationship Management)
Definisi CRM secara umum adalah sebuah usaha dalam menyediakan suatu jembatan strategis dari
strategi pemasaran dan teknologi informasi bertujuan menjalin hubungan dengan
pelanggan dalam jangka panjang dan berkaitan dengan profitabilitas. CRM terdiri atas beberapa fase dan tahapan seperti berikut
ini :
- Memperoleh Pelanggan Baru atau Acquire
Adapun untuk memperoleh pelanggan baru ini diperlukan
beberapa cara :
- Memberikan kenyamanan untuk pelanggan saat membeli produk tertentu yang dibutuhkan, seperti merespon keinginan pelanggan dengan cepat maupun ketepatan waktu proses pengiriman terhadap barang pesanan.
- Melakukan promosi pada produk yang diperoleh perusahaan, dengan memberikan kesan awal yang baik untuk pelanggan, sebab sangat mempengaruhi penilaian terhadap perusahaan.
Tujuan tahapan ini yaitu untuk menawarkan produk dengan baik
melalui pelayanan memuaskan pada pelanggan.
- Menambah Nilai Pelanggan atau Enchance
Perusahaan harus bisa menciptakan hubungan erat bersama para
pelanggannya melalui cara mendengarkan setiap keluhan pelanggan serta
meningkatkan pelayanan. Adapun meningkatkan hubungan pada pelanggan sendiri
bisa ditingkatkan melalui :
- Up Selling, yaitu menawarkan produk yang sama namun memiliki kualitas lebih baik.
- Cross selling, yaitu strategi penjualan dengan menawarkan produk pelengkap terhadap barang yang sudah dimiliki pelanggan.
- Mempertahankan Pelanggan atau Retain
- Memberikan pelayanan serta aplikasi pendukung tertentu yang bermanfaat, dengan begitu hubungan dengan para pelanggan pun bisa tetap terjaga dengan baik.
- Menyediakan waktu mendengarkan setiap kebutuhan pelanggan, seperti ketidakpuasan pelanggan akan produk yang ditawarkan oleh perusahaan. Dengan begitu bisa dimanfaatkan demi peningkatan pelayanan